Manajer timnas Jerman Oliver Bierhoff berbangga dengan sepak hempas pasukan muda tim Panser yang dikala ini cakap menembus final Piala Konfederasi 2017 di Rusia. Pada laga semifinal yang dilangsungkan, Jumat (30/6) dini hari WIB, Jerman menggilas juara Piala Emas 2015, Meksiko dengan poin mencolok 4-1. Keberhasilan Jerman ini amat mengagumkan karena mencontoh Piala Konfederasi tanpa pemain-pemain senior yang biasa mengisi skuat timnas. Mereka yakni, Manuel Neuer (kiper), Jerome Boateng, Mats Hummels (bek), Mesut Oezil, Sami Khedira, Toni Kroos, Marco Reus, Mario Goetze (gelandang), serta Thomas Mueller dan Mario Gomez (striker.) Ikuti juga wacana Lyon Sekarang Rekrut Striker Chelsea
Menurut Bierhoff, ini yakni buah dari pembinaan pemain muda yang amat baik. "Kami amat gembira timnas bisa mencapai final. Hasil di Piala Konfederasi amat penting. Si-anak muda ini terus berkembang dengan baik" ujarnya dikutip dari Sky Sports, Jumat (30/6). Anggota skuat Jerman dikala juara Piala Eropa 1996 ini mengatakan, para pemain muda Jerman seperti Leon Goretzka dan Josh Kimmich yang tampil mengagumkan cakap menuntaskan tekanan. Menurutnya, tak gampang bisa bermain di timnas Jerman pada umur muda. "Mereka bisa membanggakan tim ini. Kemauan kami mereka bisa menjuarai ajang ini," ujarnya dalam berita bola online.
Jerman melaju tanpa terkalahkan hingga ke final Piala Konfederasi. Pada partai puncak di St Petersburg, Senin (3/7) dini hari WIB, pasukan Joachim Loew akan menghadapi juara Copa America 2015 dan 2016 Cile. Kekalahan Meksiko di tangan Jerman pada semifinal Piala Konfederasi 2017 membuat Javier Hernandez merasa sedih. Meksiko takluk 1-4 dalam laga di Sochi, Jumat (30/6) dinihari WIB. Gelandang serang Leon Goretzka mencetak dua gol dalam delapan menit permulaan untuk menempatkan tim muda Joachim Loew memegang kendali. Timo Werner dan Amin Younes menambahkan gol pada babak kedua. Gol spektakuler Marco Fabian menjadi tak berarti.
"Aku merasa sedih, kecewa, tapi dengan kepala terangkat tinggi dan berbangga pada segala personel tim, staf pelatih dan penggemar," kata Hernandez, dikutip dari Four Four Two. Hernandez merasa hasil ini tak adil. Karena El Tri merajai bola lebih banyak dan mencatatkan dua kali lipat upaya mencetak gol dibandingkan Jerman. "Bila sepak bola yakni tentang keadilan, itu akan menjadi cerita yang berbeda, bukan untuk mendustakan apa yang dilaksanakan Jerman atau memberikan alasan. Satu-satunya hal di kepala kami yakni sedih. Tak ada yang berkeinginan keok seperti itu di semifinal, kbenar-benar berkeinginan mencapai final," jelasnya.
Menurut Bierhoff, ini yakni buah dari pembinaan pemain muda yang amat baik. "Kami amat gembira timnas bisa mencapai final. Hasil di Piala Konfederasi amat penting. Si-anak muda ini terus berkembang dengan baik" ujarnya dikutip dari Sky Sports, Jumat (30/6). Anggota skuat Jerman dikala juara Piala Eropa 1996 ini mengatakan, para pemain muda Jerman seperti Leon Goretzka dan Josh Kimmich yang tampil mengagumkan cakap menuntaskan tekanan. Menurutnya, tak gampang bisa bermain di timnas Jerman pada umur muda. "Mereka bisa membanggakan tim ini. Kemauan kami mereka bisa menjuarai ajang ini," ujarnya dalam berita bola online.
Jerman melaju tanpa terkalahkan hingga ke final Piala Konfederasi. Pada partai puncak di St Petersburg, Senin (3/7) dini hari WIB, pasukan Joachim Loew akan menghadapi juara Copa America 2015 dan 2016 Cile. Kekalahan Meksiko di tangan Jerman pada semifinal Piala Konfederasi 2017 membuat Javier Hernandez merasa sedih. Meksiko takluk 1-4 dalam laga di Sochi, Jumat (30/6) dinihari WIB. Gelandang serang Leon Goretzka mencetak dua gol dalam delapan menit permulaan untuk menempatkan tim muda Joachim Loew memegang kendali. Timo Werner dan Amin Younes menambahkan gol pada babak kedua. Gol spektakuler Marco Fabian menjadi tak berarti.
"Aku merasa sedih, kecewa, tapi dengan kepala terangkat tinggi dan berbangga pada segala personel tim, staf pelatih dan penggemar," kata Hernandez, dikutip dari Four Four Two. Hernandez merasa hasil ini tak adil. Karena El Tri merajai bola lebih banyak dan mencatatkan dua kali lipat upaya mencetak gol dibandingkan Jerman. "Bila sepak bola yakni tentang keadilan, itu akan menjadi cerita yang berbeda, bukan untuk mendustakan apa yang dilaksanakan Jerman atau memberikan alasan. Satu-satunya hal di kepala kami yakni sedih. Tak ada yang berkeinginan keok seperti itu di semifinal, kbenar-benar berkeinginan mencapai final," jelasnya.

Komentar
Posting Komentar