Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta para suporter klub sepak bola di Indonesia untuk menghentikan yel-yel yang bersifat rasial. Tujuannya, agar tak memicu perselisihan antarsuporter nasional. "Kami meminta PSSI dan klub-klub sepak bola untuk melanjutkan pertemuan antarsuporter agar problem berkaitan suporter bisa segera diatasi dan yel-yel yang cenderung rasialis semestinya dihentikan," kata Menpora selepas menggelar Sua Suporter Sepak Bola Indonesia di Wisma Kemenpora Jakarta, Kamis (3/8). Dan ikuti juga wacana sepak bola lainnya seperti Madura United Kukuh di Puncak
Menpora berkeinginan para suporter yang telah menyepakati kesepakatan tenteram di Jakarta akan menyampaikan kepada para suporter lain di daerah masing-masing. "Pertemuan ini merupakan inisiasi pertama dari pemerintah. Kami meminta federasi sepak bola Tanah Air untuk menegakkan disiplin sepenuhnya dan lebih tegas untuk memberikan sanksi kepada siapa saja yang melanggar disiplin," kata Menpora. Umum berkeinginan problem berkaitan suporter klub sepak bola nasional bisa diatasi Persatuan Sepak Bola Meminta Indonesia (PSSI). dalam berita bola online.
Menpora bersedia kembali menjembatani pertemuan antarsuporter di Indonesia. "Mestinya, problem ini selesai di federasi karena Kemenpora tak hanya memfasilitasi sepak bola karena ada cabang olahraga lain," kata Menpora. Lebih dari 90 suporter klub sepak bola nasional menghadiri Sua Suporter Sepak Bola Indonesia untuk mendeklarasikan kesepakatan tenteram menyusul kerusuhan pada perlombaan Liga 1 yang menewaskan suporter Persib Bandung Ricko Andrean Maulana.
Acara Sua Suporter Sepak Bola Indonesia itu juga dihadiri Ketua Segala PSSI Edy Rahmayadi, Wakil Ketua Segala PSSI Djoko Driyono, dan Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria. Pertemuan itu merumuskan kalimat kesepakatan tenteram antarsuporter merupakan, "Kami sebagai bagian dari suporter klub sepak bola Indonesia sepakat untuk tetap memperlihatkan loyalitas pada klub masing-masing dan menghormati perlombaan dengan tak memperlihatkan sikap permusuhan pada kategori suporter yang lain dan masyarakat pada umumnya."
Sejumlah suporter klub sepak bola nasional yang menghadiri Sua Suporter Sepak Bola Indonesia itu antara lain suporter Sriwijaya FC, Persiba Balikpapan, PS TNI, Mitra Kukar Kalimantan Timur, Persis Solo, PSIS Semarang, Semen Padang, Arema Malang, serta PSM Makassar.
Menpora berkeinginan para suporter yang telah menyepakati kesepakatan tenteram di Jakarta akan menyampaikan kepada para suporter lain di daerah masing-masing. "Pertemuan ini merupakan inisiasi pertama dari pemerintah. Kami meminta federasi sepak bola Tanah Air untuk menegakkan disiplin sepenuhnya dan lebih tegas untuk memberikan sanksi kepada siapa saja yang melanggar disiplin," kata Menpora. Umum berkeinginan problem berkaitan suporter klub sepak bola nasional bisa diatasi Persatuan Sepak Bola Meminta Indonesia (PSSI). dalam berita bola online.
Menpora bersedia kembali menjembatani pertemuan antarsuporter di Indonesia. "Mestinya, problem ini selesai di federasi karena Kemenpora tak hanya memfasilitasi sepak bola karena ada cabang olahraga lain," kata Menpora. Lebih dari 90 suporter klub sepak bola nasional menghadiri Sua Suporter Sepak Bola Indonesia untuk mendeklarasikan kesepakatan tenteram menyusul kerusuhan pada perlombaan Liga 1 yang menewaskan suporter Persib Bandung Ricko Andrean Maulana.
Acara Sua Suporter Sepak Bola Indonesia itu juga dihadiri Ketua Segala PSSI Edy Rahmayadi, Wakil Ketua Segala PSSI Djoko Driyono, dan Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria. Pertemuan itu merumuskan kalimat kesepakatan tenteram antarsuporter merupakan, "Kami sebagai bagian dari suporter klub sepak bola Indonesia sepakat untuk tetap memperlihatkan loyalitas pada klub masing-masing dan menghormati perlombaan dengan tak memperlihatkan sikap permusuhan pada kategori suporter yang lain dan masyarakat pada umumnya."
Sejumlah suporter klub sepak bola nasional yang menghadiri Sua Suporter Sepak Bola Indonesia itu antara lain suporter Sriwijaya FC, Persiba Balikpapan, PS TNI, Mitra Kukar Kalimantan Timur, Persis Solo, PSIS Semarang, Semen Padang, Arema Malang, serta PSM Makassar.

Komentar
Posting Komentar