Kali ini kami informasikan dalam artikel seputar berita sepak bola Indonesia online untuk semua pembaca setia kami hari ini, dimana Dokter regu Persib Rafi Ghani mendorong upaya Kementerian Pemuda dan Olahraga menerbitkan Prosedur Operasional Standar (SOP) untuk tindakan pertama penanganan cedera pemain klub Liga Indonesia saat lomba. Menurut Rafi, hal itu sungguh-sungguh penting untuk menjamin keselamatan pemain. "Saya menyambut positif ya. Memang harusnya itu ada. Dahulu hakekatnya sudah baik sebelum liga vakum," kata Rafi terhadap Republika, Senin (23/10).
Rafi memberi usulan terhadap PSSI dan PT Liga Indonesia Baru agar mengadakan dokter lomba yang senantiasa siaga dan berkoordinasi dengan dokter regu yang berlaga. Dengan demikian, mereka dapat mengantisipasi dan memberikan penanganan yang kencang dan ideal saat ada pemain yang tergolek cedera. Dokter lomba, menurut Rafi. Dan juga tidak lupa pula kami ingatkan agar semua sobat football online indonesia dapat mengikuti informasi seputar sepak bola online Indonesia terkini kami setiap harinya, seperti Bonucci Tawarkan Kembali Ban Kapten Ke Montolivo.
Dan juga sudah memetakan keadaan di kota lokasi lomba sekiranya pemain yang cedera patut seketika dirujuk ke rumah sakit. Dokter yang dibawa oleh klub kata Rafi tentu tak mengerti kemana pemain patut dibawa saat saat-saat kritis. "Seumpama kami (Persib) main di Serui, aku kan tak mengerti keadaan di sana,"ujar Rafi. Kemudian, Rafi yang sudah punya akta dokter regu sepak bola juga mengharapkan ada lagi sertifikasi untuk dokter-dokter yang menangani pemain klub sepak bola. Dengan demikian, menurut Rafi, standar penanganan keadaan medis pemain-pemain dapat merata untuk seluruh klub dan tiap-tiap lomba.
Selain sertifikasi, Rafi menerangkan, operator liga dan Komite Medis PSSI patut lebih sering kali berkumpul bersama regu dokter klub untuk mengukur tiap-tiap kejadian di lomba dari minggu ke minggu. Tujuannya, Rafi menyebutkan, meminimalisir kejadian bahaya seperti meninggalnya kiper Persela Lamongan Choirul Huda minggu lalu. "Rutinkan lagi pertemuan dokter regu atau regu medis klub secara terstruktur . Seperti dulu sudah berjalan enam bulan sekali," ujar Rafi.
Rafi memberi usulan terhadap PSSI dan PT Liga Indonesia Baru agar mengadakan dokter lomba yang senantiasa siaga dan berkoordinasi dengan dokter regu yang berlaga. Dengan demikian, mereka dapat mengantisipasi dan memberikan penanganan yang kencang dan ideal saat ada pemain yang tergolek cedera. Dokter lomba, menurut Rafi. Dan juga tidak lupa pula kami ingatkan agar semua sobat football online indonesia dapat mengikuti informasi seputar sepak bola online Indonesia terkini kami setiap harinya, seperti Bonucci Tawarkan Kembali Ban Kapten Ke Montolivo.
Dan juga sudah memetakan keadaan di kota lokasi lomba sekiranya pemain yang cedera patut seketika dirujuk ke rumah sakit. Dokter yang dibawa oleh klub kata Rafi tentu tak mengerti kemana pemain patut dibawa saat saat-saat kritis. "Seumpama kami (Persib) main di Serui, aku kan tak mengerti keadaan di sana,"ujar Rafi. Kemudian, Rafi yang sudah punya akta dokter regu sepak bola juga mengharapkan ada lagi sertifikasi untuk dokter-dokter yang menangani pemain klub sepak bola. Dengan demikian, menurut Rafi, standar penanganan keadaan medis pemain-pemain dapat merata untuk seluruh klub dan tiap-tiap lomba.
Selain sertifikasi, Rafi menerangkan, operator liga dan Komite Medis PSSI patut lebih sering kali berkumpul bersama regu dokter klub untuk mengukur tiap-tiap kejadian di lomba dari minggu ke minggu. Tujuannya, Rafi menyebutkan, meminimalisir kejadian bahaya seperti meninggalnya kiper Persela Lamongan Choirul Huda minggu lalu. "Rutinkan lagi pertemuan dokter regu atau regu medis klub secara terstruktur . Seperti dulu sudah berjalan enam bulan sekali," ujar Rafi.

Komentar
Posting Komentar